OPERASIONAL
Ingot timah hitam PTCBM
[ 01 / PABRIK PENGOLAHAN TIMAH HITAM ]
Group Pabrik Pengolahan Timah Hitam Indonesia berkomitmen pada pengolahan mineral galena (PbS) menjadi ingot logam timah hitam berkadar tinggi.

TIMAH
HITAM.

Pabrik Pengolahan Timah Hitam Indonesia
KADAR Pb
98,5%
PURITY LEAD
BERAT INGOT
±50kg
PER INGOT
MEREK
PTCBM
CHAKRA BHUANA METALINDO
TAHAP PROSES
05
EKSPLORASI → INGOT
SCROLL
PTCBM Kadar 98,5% Pb TIMAH HITAM Aceh • Sumut • Sumbar GALLENA PbS ±50kg per Ingot
Ingot timah hitam PTCBM
MEREK PTCBM
PURITY ≥ 98,5%
±50 KG / INGOT
[ 02 / PRODUK UNGGULAN ]

INGOT
TIMAH HITAM
PTCBM

Ingot timah hitam (lead ingot) hasil olahan pabrik pengolahan mineral galena (PbS). Diproduksi melalui 5 tahap proses refinasi dengan kontrol kualitas ketat di Laboratorium Pengujian Kimia Mineral dan Batubara, Pusat Sumber Daya Geologi, Bandung.

Merek
PTCBM
Kadar Pb
≥ 98,5%
Berat / Ingot
± 50 kg
Bentuk
Bar Ingot
Bahan Baku
Mineral Galena (PbS)
Warna
Silver-Gray Metallic
Lokasi Pabrik
Aceh — Indonesia
[ 03 / TENTANG KAMI ]

PABRIK PENGOLAHAN
TIMAH HITAM
INDONESIA

"PABRIK PENGOLAHAN TIMAH HITAM INDONESIA" adalah kelompok perusahaan yang selalu berkomitmen sesuai dengan visi dan misinya yaitu membangun kemitraan dengan masyarakat dalam melakukan kegiatan, yaitu mensejahterakan masyarakat di berbagai kegiatan sosial ekonomi.

"PABRIK PENGOLAHAN TIMAH HITAM INDONESIA" merupakan industri pengolahan yang semata-mata tidak hanya mengejar keuntungan perusahaan, tetapi lebih mengutamakan kesejahteraan masyarakat setempat dengan cara memberdayakan dan melibatkan masyarakat setempat sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya.

Seiring dengan perkembangan populasi dunia yang semakin banyak, bisa dipastikan kebutuhan akan sandang, pangan, papan manusia juga akan semakin banyak dan kompleks, terutama dalam menunjang kehidupan manusia itu sendiri, mulai dari bahan pangan sampai dengan kebutuhan-kebutuhan penunjang lainnya untuk memperoleh hidup layak.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dibutuhkan sumber daya, yang secara geografis Indonesia termasuk salah satu Negara yang mempunyai sumber daya alam yang sangat melimpah karena berada di daerah khatulistiwa sekaligus menjadi jalur cincin api bumi mulai dari ujung barat sampai ke timur, dari Aceh sampai Papua.

Karena berada dalam jalur cincin api bumi maka banyak terdapat gunung-gunung yang hampir setiap pulau yang besar selalu ada gunung-gunung sebagai sumber kehidupan, selain itu terdapat sumber daya alam yang cukup melimpah mulai dari minyak bumi, batubara, mineral logam dan masih banyak lagi yang bisa bermanfaat untuk kehidupan.

Kondisi geologis Indonesia juga dipengaruhi oleh pertemuan tiga lempeng litosfer yaitu Lempeng Samudra Indo-Australia, Lempeng Samudra Pasifik dan Lempeng Eurasia. Ring of fire atau cincin api ini hampir meliputi seluruh daratan pulau-pulau besar yang tersebar dan ditandai dengan banyaknya gunung-gunung di setiap pulaunya.

"Tidak hanya mengejar keuntungan perusahaan, tetapi lebih mengutamakan kesejahteraan masyarakat setempat dengan cara memberdayakan dan melibatkan masyarakat setempat."

TARGET OPERASI

Aceh • Sumut • Sumbar

Operasi dipusatkan pada wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, di mana terdapat kandungan mineral galena atau timah hitam yang tersebar dan sangat luas.

MINERAL LOGAM

Galena (PbS)

Mineral logam non ferrous yang menjadi sumber utama timah hitam (Pb). Ditemukan pada zona alterasi Argilik, Advance Argilik dan Potasik bersama Au, Ag, Cu.

ASUMSI BERAT JENIS

BJ = 5

Asumsi BJ rata-rata untuk perhitungan cadangan, mengingat variasi mineral pembawa logam: Galena (7,5), Pyrite (5), Chalcopyrite (4,2), Malachite (4), Sphalerite (3,75).

[ 04 / VISI PERUSAHAAN ]

VISI
PERUSAHAAN

Komitmen pada kaidah produksi,
kesejahteraan masyarakat, dan kemandirian ekonomi.
01

Profesional & Patuh Regulasi

Bekerja secara profesional sesuai kaidah produksi dan regulasi berlaku. Setiap tahapan operasional mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

02

Kesejahteraan Masyarakat Lokal

Mensejahterakan masyarakat lokal selama operasional maupun pasca-operasional. Memberdayakan dan melibatkan masyarakat setempat untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.

03

Kemandirian Ekonomi

Mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pembagian keuntungan yang adil. Membangun masyarakat madani yang berkelanjutan.

[ 05 / MISI SOSIAL ]

GEDUNG
ASTANA
ABYUDAYA

Sesuai komitmen membangun masyarakat madani, kami mendirikan "GEDUNG ASTANA ABYUDAYA" sebagai pusat pembinaan kemandirian.

Pendidikan Kemandirian Lingkungan Masyarakat Madani
01 — KERJASAMA

Kemitraan Kekeluargaan

Kerjasama kekeluargaan dengan masyarakat setempat yang saling menguntungkan dan patuh hukum. Membangun kemitraan berkelanjutan dengan komunitas lokal.

02 — PENDIDIKAN & LINGKUNGAN

Anak Yatim & pasca-operasional

Fokus pada pendidikan anak yatim-piatu agar mandiri serta menjaga kelestarian lingkungan pasca-operasional. Memastikan dampak positif jangka panjang.

[ 06 / PROSES PENGOLAHAN ]

5 TAHAP
PENGOLAHAN
TIMAH HITAM

TAHAP 01

Eksplorasi

Penyelidikan geologi permukaan, analisa geolistrik, pemboran inti core untuk mengetahui cadangan.

TAHAP 02

Penambangan

Eksploitasi galena dengan metode tambang terbuka atau bawah tanah sesuai kelayakan.

TAHAP 03

Pemilihan (Sorting)

Sortir berdasarkan kadar, pemisahan mineral pengikut (Au, Ag, Cu) dari galena utama.

TAHAP 04

Peleburan

Proses reduksi pada suhu tinggi untuk memisahkan logam Pb dari unsur pengotor.

TAHAP 05

Pengecoran Ingot

Penuangan logam cair ke cetakan menghasilkan ingot standar ±50kg kadar ≥98,5% Pb.

Proses pengolahan timah hitam PTCBM
SPESIFIKASI UMUM INGOT

Standar Mutu PTCBM

Berat ± 50 kg
Kadar Pb ≥ 98,5%
Bentuk Bar Ingot
Bahan Baku Galena (PbS)
Lab Uji PSDG Bandung
Safety Eco-Friendly Quality Control
[ 07 / DETAIL EKSPLORASI & OPERASI ]

TAHAPAN
EKSPLORASI
& OPERASI

Metode Penyelidikan

Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan penyelidikan mineral logam timah hitam (PbS) di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh, dibagi menjadi beberapa tahap:

  • 01Mengumpulkan data/informasi dari peneliti terdahulu yang diperoleh dari hasil-hasil penelitian, thesis, disertasi dan buletin-buletin.
  • 02Studi literatur dan pengkajian pustaka dari lembaga seperti Direktorat Geologi dan Sumber Daya Mineral, Pusat Pengembangan Teknologi Mineral.
  • 03Hasil pengkajian pustaka memberikan gambaran awal potensi zona mineralisasi dan zona alterasi (ubahan), host rock, country rock, geometri mineralisasi, kualitas, dan infrastruktur.
  • 04Penyiapan peta rupa bumi skala 1:25.000, peta citra landsat, peta geologi skala 1:250.000 lembar Leuidamar, alat survai: kompas, palu geologi, sunto, GPS, alat ukur, loupe.
  • 05Interpretasi peta rupabumi, citra landsat, dan peta geologi. Penentuan daerah potensial zona mineralisasi dengan indikasi alterasi, pembuatan model geologi.

Aspek Geologi & Alterasi

Kegiatan ini dilakukan untuk penelitian batasan ubahan (alterasi), mineral-mineral logam yang terubah, jenis ubahan (alterasi), dan source rock yang menyebabkan terbentuknya ubahan dan mineralisasi tersebut. Kegiatan ini juga untuk mengetahui aspek geologi yang meliputi kontrol struktur, stratigrafi, morfologi dan jenis batuan.

Data geologi ini akan membantu dalam penentuan indikasi jenis ubahan (alterasi), data-data di lapangan akan direkam dalam suatu buku lapangan yang terbuat dari bahan yang tahan air dan kemudian di-plot di peta dasar, selain itu juga dilakukan dokumentasi foto untuk informasi keadaan fisik ubahan (alterasi) dan singkapan mineral logam di lapangan.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, daerah penyelidikan mengalami alterasi yang kuat, sehingga menghasilkan mineral logam seperti: Pb, Ag, Au dan Cu yang ditemukan pada zona alterasi Argilik, Advance Argilik dan Potasik. Secara megaskopis berwarna hitam kecoklatan, segar-lapuk, oksida besi, manganis, pyrite disseminated, milky, sugary quartz, vuggy, malakit, azurite, dan calsedon.

Berdasarkan penyelidikan di lapangan ditemukan 4 tubuh (ore body) yang berupa stockwork dan veinlet kuarsa.

Penggolongan Endapan Mineral Logam

01

The Precious Metal

Mineral Logam Berharga

Emas (Au), Perak (Ag), Platina (Pt).

FOKUS KAMI
02

Non Ferrous Metal

Mineral Logam Non Ferrous

Tembaga, Timah Hitam (Pb), Seng, Timah Putih, Aluminium.

03

Iron & Ferroally Metal

Mineral Besi & Campuran

Besi, Mangan, Nikel, Kromium, Tungsten, Vanadium, Cobalt.

Tahapan Operasi Produksi

01

Kegiatan Eksplorasi

Kegiatan penyelidikan yang dilakukan untuk mengetahui bentuk, volume, tonase sumber daya timah hitam serta kadar timah hitam di suatu lokasi.

02

Mapping

Peralatan sebagai penunjang survey pemetaan awal adalah kompas geologi, GPS, palu geologi, Loup, HCl dan kantong sample serta beberapa alat yang diperlukan untuk survey awal untuk mendapatkan data analisa awal.

Pemetaan geologi selalu dilakukan sebelum dilakukan eksploitasi produksi untuk mengetahui penyebaran mineral yang dimaksud. Dilakukan dengan cara mengukur dip, strike perlapisan yang ditemui, dianalisa bentuk-bentuk perlapisannya dan segala bentuk permukaan yang ditemui dalam survey kemudian dikumpulkan, digambar dalam satu peta kemudian dianalisa secara lebih detail.

03

Analisa Awal

Hasil dari lapangan kemudian dikumpulkan dan diplot ke dalam peta untuk dianalisa untuk mengetahui sejauh mana penyebaran mineral timah hitam yang dimaksud, semakin banyak data yang diambil akan semakin memudahkan untuk analisa data mendapatkan hasil yang mendekati kebenaran. Sedangkan sample (contoh) yang diperoleh akan dikirim ke laboratorium yang dilakukan analisa kadar dari setiap sample yang didapat di lapangan agar diketahui pola-pola kadar yang terbentuk di lapangan.

04

Pemetaan Dalam Permukaan

Setelah memperoleh hasil analisa permukaan kemudian dilakukan analisa dalam permukaan untuk mengetahui bentuk mineral yang terbentuk (mengetahui ore body) dengan menggunakan analisa geolistrik, geomagnet dengan perhitungan metode analisa cadangan Krigging. Hasil yang diperoleh akan dapat memberikan bentuk penyebaran yang ada di bawah permukaan tanah secara tiga dimensi bentuk orebody-nya, dapat berupa urat (vein), dike dan lain sebagainya, tetapi masih dalam bentuk orebody, mineral yang tergabung dalam kumpulan mineral, dimana biasanya orebody-nya masih mengandung mineral gabungan, ada emas, perak, platina, timah hitam dan lain sebagainya.

05

Pemboran Eksplorasi

Untuk lebih mengetahui bentuk sebenarnya setelah pemetaan geolistrik/geomagnet yang hanya mengetahui bentuk orebody saja, maka perlu dilakukan pemboran inti core (core drilling) dengan inti berukuran tertentu sesuai dengan analisa geologi sebelumnya. Dari hasil pemboran, maka setiap inti core akan dianalisa bentuk urat (vein) yang ada, kemiringan dan sebagainya sehingga dapat lebih detail hasil analisa, dimana hasil analisa geologi permukaan digabungkan dengan analisa dalam permukaan sehingga dapat diperkirakan bentuk mineral yang dimaksud yang ada di dalam permukaan tanah.

06

Perhitungan Cadangan

Hasil dari penelitian geologi permukaan, analisa laboratorium, penelitian inti core kemudian digabungkan, dianalisa, dihitung cadangan mineral yang terkandung dalam area sekitar penelitian, dibuatlah perkiraan cadangan terukur, terindikasi, tereka, sesuai dengan tingkat kepercayaan sebagai ahli geologi yang melakukan evaluasi.

07

Perencanaan & Desain

Perencanaan dan design tambang akan dibuat bila mineral timah hitam yang dimaksud dalam penelitian sudah dianggap layak untuk ditambang. Design tambang bisa dilakukan dengan metode tambang terbuka maupun tertutup (tambang bawah tanah), semua disesuaikan dengan kondisi perusahaan sebagai pertimbangan dalam melakukan pertimbangan kegiatan penambangan nantinya.

08

Operasi Produksi

Kegiatan produksi untuk memperoleh mineral timah hitam dan mineral pengikutnya berdasarkan studi kelayakan yang telah dibuat dan disetujui oleh pemerintah dalam rencana penambangan, bisa dengan tambang terbuka maupun dengan tambang bawah tanah. Penambangan akan disesuaikan dengan rencana produksi yang setiap periodic akan dilaporkan ke kementrian ESDM mulai dari rencana kerja tahunan sekaligus hasil produksi setiap periodic produksi.

09

Pengolahan

Banyak metode yang akan diterapkan dalam pengolahan mineral timah hitam yang diperoleh, tentunya semua akan mengacu pada aturan dan syarat-syarat pengolahan yang sudah menjadi ketentuan kementrian ESDM dalam pengolahan bahan galian mineral logam.

10

Pemasaran

"PABRIK PENGOLAHAN TIMAH HITAM INDONESIA" sudah mempunyai mitra dan semua hasil pengolahan mineral timah hitam akan diserap langsung oleh mitra yang berada di:

China Korea Rusia Taiwan India Negara Lainnya
[ 08 / GALERI DOKUMENTASI ]

GALERI
DOKUMENTASI

Dokumentasi visual eksplorasi, penambangan, dan pengolahan timah hitam (galena) di lapangan.
[ 09 / KONTAK ]

HUBUNGI
KAMI.

Untuk kerjasama, permintaan ingot PTCBM, atau informasi lebih lanjut mengenai operasi pengolahan timah hitam kami, silakan hubungi:

Alamat Pabrik
Jalan PT. Timah Hitam, Ceunamprong, Indrajaya - Aceh Jaya - Indonesia
CHAT LANGSUNG
WhatsApp
+62 858 1429 5343
[ FORMULIR HUBUNGI KAMI ]

Kirim Pesan

PASAR MITRA INTERNASIONAL

Pemasaran

Hasil pengolahan mineral timah hitam diserap langsung oleh mitra di:

China Korea Rusia Taiwan India